Bawang merah dan Bawang putih

| Jumat, 25 Januari 2013


Disuatu negri yang subur dan makmur yaitu negeri Pawon Canting yang dipimpin oleh raja yang arif dan bijak sana, yaitu raja Cabe gedang. Semua rakyat hidup makmur di bawah kekuasaaannya,namun suatu hari raja jatuh sakit. Berpuluh puluh tabib didatangkan dari seluruh penjuru negeri namun belum ada satupun yang dapat mengobati penyakit sang raja yang sangat aneh, pangeran cabe rawit yaitu putra mahkota anak dari raja Cabe Gedang tidak tinggal diam dia terus mencari cara agar raja cepat sembuh.
baca selengkapnya
Pangeran  cabe rawit      :” ayahanda cepat lah ayahanda sembuh.”(sambil memegang tangan raja)
Raja cabe gedang             :”jaga dirimuh baik baik ya anakku!, kalau ayahanda sudah tidak ada lagi kamulah yang nanti akan menjadi penerus memerintah negri pawon ini.”
Pangeran cabe rawit       :”jangan begitu ayahanda saya akan berusaha terus mencari obat agar ayah cepat sembuh( sambil memegang tangan lebih erat lagi).saya akan mencari obat  penyakit ayahanda keseluruh penjuru negeri.”
Raja cabe gedang             :”ingat anakku jaga dirimu baik baik ya.”
Pangeran cabe rawit       :”baik ayahanda.”
Akhirnya Pangeran cabe rawit pun pergi dari istanah kerajaan berkelana ke penjuru negeri untuk
mencari obat agar baginda raja Cabe rawit kembali sehat seperti semula. walaupun pangeran tidak tau
obat apa yang dapat menyembuhkan penyakit raja, Namun ia tetap berusaha mencari obat tersebut.
Sedangkan Di ujung negri pawon canting, yaitu di desa Bumbu dapur hidup lah seorang gadis yang 
Sangat Cantik bernama Bawang putih. Ia tinggal bersama seorang ibu tiri dan seorang saudara tiri yang
bernama Ibu bawang dan Bawang merah. Mereka hidup rukun dan saling membantu.
Ibu bawang                        :”Bawang merah,Bawang putih!!”
Bawang putih dan bawang putih               :”ia ibu”(sambil tergesa gesa )
Ibu bawang                        :”cepetan kesini”(sambil mengayunkan jari2nya)
Bawang putih                    :”ada apa ibu ku sayang”??
Bawang merah                  :”ia ni ibu, kan kami berdua masih bersih bersih rumah. Pagi pagi suda teriak teriak”
Ibu bawang                        :”kamu ini kayak anak kecil ja.”
Bawang putih                    :”emang ada apaan si buk manggil kami berdua?”
Ibu bawang                        :”ada berita besar , bahwa baginda raja Cabe gedang sedang sakit parah, dan belum ada yang dapat menyembuhkannya?”
Bawang merah                  :”terus apa hubungannya dengan kami bu?”
Ibu bawang                        :”ya supaya kamu tau aja”
Bawang merah                  :”adu kirain apaan”
Bawang putih                    :”ayo bawang merah kita kembali kerja lagi yuk biar rumah kita bersi”
Ibu bawang                        :”adu anak anak ini kalau dibilangin”
Di malam selanjutnya disaat bawang putih tertidur ia bermimpi bahwa raja dapat sembuh bila diberi
ramuan dari bungah yang tumbuh di kepala bapak jengkol.dan dipagi harinya bawang putih pun
menceritakan mimpinya kepada ibu bawang dan bawang merah.
Bawang merah                  :”saya yakin kalau mimpi kamu itu memang  benar”
Ibu bawang                        :”ibu juga percaya “
Bawang putih                    :”aku ingin sekali mencari bunga itu.bawang merah apa kah kamu bersedia ikut dengan ku mencari bungah tersebut”
Bawang merah                  :”aku bersedia menemanimu bawang putih saudaraku”
Akhirnya bawang merah dan bawang putih pun pergi berkelana mencari bunga yang tumbuh diatas
kepala pak jengkol, merekapun menuju desa sayur untuk mencari pak jengkol.ditengah perjalanan
merekapun dihadang oleh pemudah yang sangat tampan yang bernama jahe merah.
Jahe merah                        :”hai putri putri cantik bolehka saya berkenalan dengan anda “(sambil menjulurkan tangan)
Bawang merah                  :”kamu siapa?”


Jahe merah                        :”perkenalkan nama saya jahe merah saya berasal dari desa akar, ada apa gerangan putri cantik ini berjalan hanya berdua saja tanpa ada sorang lelaki yang mengawal , nanti celaka gimana ?”
Bawang putih                    :”kami disini hanya numpang lewat saja jadi minggir kami berdua mau lewat”
Bawang merah                  :”ia ni”
Jahe merah                        :”hadu cantik cantik kok sombong banget si.kalau bisa saya mau kok mengawal perjalanan kalian berdua .”
Bawang merah                  :”gak pp lah bawang  putih dia ganteng juga orangny manis lagi”(sambil bebisik di telinga bawang putih”
Bawang putih                    :”ia kamu boleh mengwal perjalanan kami tapi ingat gak boleh macam macam”
Jahe merah                        :”siap putri ku yang cantik”
Di perjalanan pun mereka saling bertukar cerita dan saling akrab dan tak di sadari bahwa muncul benih
benih suka antara bawang merah dan jahe merah.perjalan mereka pun sangat panjang naik turun bukit
menyebrangi banyak sungai dan yang pasti gangguan dari para penjahat. Untunglah ada jahe merah
sehinggga perjalan pun menjadi aman. Berhari hari berjalan akhirnya merekapun sampai di desa sayur
sesampai disitu ia langsung mencari pak jengkol
jahe merah                         :”putriku yang cantik kalian berdua  tunggu disisni saja ya biar q yang mencari pak jengkol”
bawang merah                  :”ia q juga capek ni gak kuat kalau harus berjalan lagi,cepet buruan cari sana biar kami tunggu disini saja “
jahe merah                         :”ia sayangku tunggu kakanda mu disini ya”
akhirnya jahe merah pun berkeliling desa mencari pak jengkol dan tak jau dari desa yaitu di piggiran
desa terdapat sebuah gua yang merupakan tempat tinggal pak jengkol.pada saat jahe merah datang
ketempat itu pak jengkol lagi asik dengan semedi nya.
Pak jengkol                         :”aku sudah tau kamu kesini mau apa?”(dengan badan membelakangi)
Jahe merah                        :”mang mau apa hayo??”
Pak jengkol                         :”pasti mau melet cewek ya ,??”
Jahe merah                        :”salah”
Pak jengkol                         :”mau minta pesugihan ya “??
Jahe merah                        :”gak juga tu”
Pak jengkol                         :”terus mau ngapain”(menghadap ke jahe merah)
Jahe merah                        :”mau mintak bunga yang ada di kepala itu”(sambil menunjuk ke arah kepala)
Pak jengkol                         :”saya akan memberikan bungah ini asalkan kamu mau menukarkannya dengan dua orang wanita yang bersamamu tadi”
Jahe merah                        :”wah sakti bangaet kamu kok kamu bisa tau?”
Pak jengkol                         :”siapa dulu dong pak jengkol. Apalah yang gak saya tau “
Jahe merah                        :”emang buat apa mereka “??
Pak jengkol                         :”buat aku jadikan istri”
Jahe merah                        :”apa??”
Akhirnya jahe merah pun meninggalkan pak jengkol itu.ia menemui bawang merah dan bawang putih
setelah bercerita panjang lebar dengan mereka berdua. Akhirnya mereka merencanakan sesuatu yaitu
mencuri bungah itu secara diam diam pada saat pak jengkol sedang tidur
Bawang putih                    :”sut diam”
Bwang merah                    :”ia ni jahe merah”
Jahe merah                        :”kok aku ??”
Bawang putih                    :”cepetan diambil bunganya “
Jahe merah                        :”ia serahkan semuanya kepadaku”(sambil bergerak maju mengambil bunga ditas kepala pak jengkol)
Bawang putih                    :”ayo cepetan kita kabur”
Setelah mendapatkan bunga tersebut akhirnya merekapun meninggalkan desa sayur dan meneruskan
perjalanan  menuju istanah kerajaan. Dan di tengah perjalan merekapun bertemu dengan pangeran
cabe rawit.



Jahe merah                        :”bukanka itu pangeran cabe rawit??”(sambil men unjuk seseorang di hdapannya )
Bawang putih                    :”mana??”
Bawang merah                  :”oo itu ya ganteng banget, hai bawng puti itunah pangerannya”
Bawang putih                    :”oh itu ?”
Pangeran cabe rawit       :”bolehka saya bertanya kalian ini mau kemana ya ,?”
Jahe merah                        :”ampun pangeran kami ini mau menuju istanah untuk mengobati raja cabe gedang”
Pangeran cabe rawit       :”apa benar yang saya dengar ini,ya tuhan saya sangat bersyukur kepadamu”
Bawang putih                    :”ia pangeran dengan bunga ini lah kita akan mengobati raja”
Akhirnya merekapun pergi menuju istanah pangeran pun banyak mengetahui cerita perjalanan mereka
dari mimpi bawang putih sampai mereka bertemu denagan pangeran sesampainya di istanah bawang
putih pu langsung membuat ramuan dari bunga ke kepala pak jengkol.
Raja cabe gedong            :”siapa mereka ini??’’
Pangeran cabe  rawit      :”mereka inilah yang telah mendapatkan obat untuk ayahanda.(sambil menunjuk)ini bawang merah ini bawang putih ini jahe merah)
Bawang putih                    :”minumlah ini baginda raja”(sambil memberi munuman kepada baginda raja)
Tiba tiba setelah minuman tersebut diminum hanya beberapa detik raja pun akhirnya sehat kembali.
Raja cabe gedong            :”terimakasi atas pertolongan dari kalian, karna hati kalian yang baik ini saya akan menikahkan kamu bawang merah dan kamu bawang putih dengan pangeran cabe rawit. Dan kamu jahe merah akan diangkat menjadi saudara pangeran cabe rawit”
Bawang merah                  :”maaf baginda hamba tidak bisa sebab hamba lebih mencintai kakang jahe merah”(sambil memeluk jahe merah)
Pangeran  cabe rawit      :”putri bawang putih apaka putri bersedia menikah dengan saya”(sambil memegang tangan bawang putih)
Bawang putih                    :”hamba siap pangeran(sambil mau malu menjawabbnya )
Pangeran cabe rawit       :”saya akan terus menyayangimu putri sayang”(sambil berpelukan)
Akhirnya raja pun bisa kembali sehat dan bawang putihpun menikah dengan pangeran dan bawang
merah pun menikah dengan jaahe merah , merekapun hidup bahagia untuk selamanya ,,

bersambung ke bagian 2

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
gambar
▲Top▲