Disuatu negri yang subur dan makmur yaitu
negeri Pawon Canting yang dipimpin oleh raja yang arif dan bijak sana, yaitu
raja Cabe gedang. Semua rakyat hidup makmur di bawah kekuasaaannya,namun suatu hari
raja jatuh sakit. Berpuluh puluh tabib didatangkan dari seluruh penjuru negeri
namun belum ada satupun yang dapat mengobati penyakit sang raja yang sangat
aneh, pangeran cabe rawit yaitu putra mahkota anak dari raja Cabe Gedang tidak
tinggal diam dia terus mencari cara agar raja cepat sembuh.
baca selengkapnya
Pangeran
cabe rawit :” ayahanda cepat
lah ayahanda sembuh.”(sambil memegang tangan raja)
Raja cabe gedang :”jaga
dirimuh baik baik ya anakku!, kalau ayahanda sudah tidak ada lagi kamulah yang
nanti akan menjadi penerus memerintah negri pawon ini.”
Pangeran cabe rawit :”jangan begitu ayahanda saya akan berusaha terus mencari obat
agar ayah cepat sembuh( sambil memegang tangan lebih erat lagi).saya akan
mencari obat penyakit ayahanda keseluruh
penjuru negeri.”
Raja cabe gedang :”ingat
anakku jaga dirimu baik baik ya.”
Pangeran cabe rawit :”baik ayahanda.”
Akhirnya Pangeran cabe rawit pun pergi dari
istanah kerajaan berkelana ke penjuru negeri untuk
mencari obat agar baginda raja Cabe rawit kembali
sehat seperti semula. walaupun pangeran tidak tau
obat apa yang dapat menyembuhkan penyakit raja,
Namun ia tetap berusaha mencari obat tersebut.
Sedangkan Di ujung negri pawon canting, yaitu di
desa Bumbu dapur hidup lah seorang gadis yang
Sangat Cantik bernama Bawang putih. Ia tinggal
bersama seorang ibu tiri dan seorang saudara tiri yang
bernama Ibu bawang dan Bawang merah. Mereka hidup
rukun dan saling membantu.
Ibu bawang :”Bawang
merah,Bawang putih!!”
Bawang putih dan bawang putih :”ia ibu”(sambil tergesa gesa )
Ibu bawang :”cepetan
kesini”(sambil mengayunkan jari2nya)
Bawang putih :”ada
apa ibu ku sayang”??
Bawang merah :”ia
ni ibu, kan kami berdua masih bersih bersih rumah. Pagi pagi suda teriak
teriak”
Ibu bawang :”kamu
ini kayak anak kecil ja.”
Bawang putih :”emang
ada apaan si buk manggil kami berdua?”
Ibu bawang :”ada
berita besar , bahwa baginda raja Cabe gedang sedang sakit parah, dan belum ada
yang dapat menyembuhkannya?”
Bawang merah :”terus
apa hubungannya dengan kami bu?”
Ibu bawang :”ya
supaya kamu tau aja”
Bawang merah :”adu
kirain apaan”
Bawang putih :”ayo
bawang merah kita kembali kerja lagi yuk biar rumah kita bersi”
Ibu bawang :”adu
anak anak ini kalau dibilangin”
Di malam selanjutnya disaat bawang putih tertidur
ia bermimpi bahwa raja dapat sembuh bila diberi
ramuan dari bungah yang tumbuh di kepala bapak
jengkol.dan dipagi harinya bawang putih pun
menceritakan mimpinya kepada ibu bawang dan bawang
merah.
Bawang merah :”saya
yakin kalau mimpi kamu itu memang benar”
Ibu bawang :”ibu
juga percaya “
Bawang putih :”aku
ingin sekali mencari bunga itu.bawang merah apa kah kamu bersedia ikut dengan
ku mencari bungah tersebut”
Bawang merah :”aku
bersedia menemanimu bawang putih saudaraku”
Akhirnya bawang merah dan bawang putih pun pergi
berkelana mencari bunga yang tumbuh diatas
kepala pak jengkol, merekapun menuju desa sayur
untuk mencari pak jengkol.ditengah perjalanan
merekapun dihadang oleh pemudah yang sangat tampan
yang bernama jahe merah.
Jahe merah :”hai
putri putri cantik bolehka saya berkenalan dengan anda “(sambil menjulurkan
tangan)
Bawang merah :”kamu
siapa?”
Jahe merah :”perkenalkan
nama saya jahe merah saya berasal dari desa akar, ada apa gerangan putri cantik
ini berjalan hanya berdua saja tanpa ada sorang lelaki yang mengawal , nanti
celaka gimana ?”
Bawang putih :”kami
disini hanya numpang lewat saja jadi minggir kami berdua mau lewat”
Bawang merah :”ia
ni”
Jahe merah :”hadu
cantik cantik kok sombong banget si.kalau bisa saya mau kok mengawal perjalanan
kalian berdua .”
Bawang merah :”gak
pp lah bawang putih dia ganteng juga
orangny manis lagi”(sambil bebisik di telinga bawang putih”
Bawang putih :”ia
kamu boleh mengwal perjalanan kami tapi ingat gak boleh macam macam”
Jahe merah :”siap
putri ku yang cantik”
Di perjalanan pun mereka saling bertukar cerita
dan saling akrab dan tak di sadari bahwa muncul benih
benih suka antara bawang merah dan jahe
merah.perjalan mereka pun sangat panjang naik turun bukit
menyebrangi banyak sungai dan yang pasti gangguan
dari para penjahat. Untunglah ada jahe merah
sehinggga perjalan pun menjadi aman. Berhari hari
berjalan akhirnya merekapun sampai di desa sayur
sesampai disitu ia langsung mencari pak jengkol
jahe merah :”putriku
yang cantik kalian berdua tunggu disisni
saja ya biar q yang mencari pak jengkol”
bawang merah :”ia
q juga capek ni gak kuat kalau harus berjalan lagi,cepet buruan cari sana biar
kami tunggu disini saja “
jahe merah :”ia
sayangku tunggu kakanda mu disini ya”
akhirnya jahe merah pun berkeliling desa mencari
pak jengkol dan tak jau dari desa yaitu di piggiran
desa terdapat sebuah gua yang merupakan tempat
tinggal pak jengkol.pada saat jahe merah datang
ketempat itu pak jengkol lagi asik dengan semedi
nya.
Pak jengkol :”aku
sudah tau kamu kesini mau apa?”(dengan badan membelakangi)
Jahe merah :”mang
mau apa hayo??”
Pak jengkol :”pasti
mau melet cewek ya ,??”
Jahe merah :”salah”
Pak jengkol :”mau
minta pesugihan ya “??
Jahe merah :”gak
juga tu”
Pak jengkol :”terus
mau ngapain”(menghadap ke jahe merah)
Jahe merah :”mau
mintak bunga yang ada di kepala itu”(sambil menunjuk ke arah kepala)
Pak jengkol :”saya
akan memberikan bungah ini asalkan kamu mau menukarkannya dengan dua orang
wanita yang bersamamu tadi”
Jahe merah :”wah
sakti bangaet kamu kok kamu bisa tau?”
Pak jengkol :”siapa
dulu dong pak jengkol. Apalah yang gak saya tau “
Jahe merah :”emang
buat apa mereka “??
Pak jengkol :”buat
aku jadikan istri”
Jahe merah :”apa??”
Akhirnya jahe merah pun meninggalkan pak jengkol
itu.ia menemui bawang merah dan bawang putih
setelah bercerita panjang lebar dengan mereka
berdua. Akhirnya mereka merencanakan sesuatu yaitu
mencuri bungah itu secara diam diam pada saat pak
jengkol sedang tidur
Bawang putih :”sut
diam”
Bwang merah :”ia
ni jahe merah”
Jahe merah :”kok
aku ??”
Bawang putih :”cepetan
diambil bunganya “
Jahe merah :”ia
serahkan semuanya kepadaku”(sambil bergerak maju mengambil bunga ditas kepala
pak jengkol)
Bawang putih :”ayo
cepetan kita kabur”
Setelah mendapatkan bunga tersebut akhirnya
merekapun meninggalkan desa sayur dan meneruskan
perjalanan
menuju istanah kerajaan. Dan di tengah perjalan merekapun bertemu dengan
pangeran
cabe rawit.
Jahe merah :”bukanka
itu pangeran cabe rawit??”(sambil men unjuk seseorang di hdapannya )
Bawang putih :”mana??”
Bawang merah :”oo
itu ya ganteng banget, hai bawng puti itunah pangerannya”
Bawang putih :”oh
itu ?”
Pangeran cabe rawit :”bolehka saya bertanya kalian ini mau kemana ya ,?”
Jahe merah :”ampun
pangeran kami ini mau menuju istanah untuk mengobati raja cabe gedang”
Pangeran cabe rawit :”apa benar yang saya dengar ini,ya tuhan saya sangat
bersyukur kepadamu”
Bawang putih :”ia
pangeran dengan bunga ini lah kita akan mengobati raja”
Akhirnya merekapun pergi menuju istanah pangeran
pun banyak mengetahui cerita perjalanan mereka
dari mimpi bawang putih sampai mereka bertemu
denagan pangeran sesampainya di istanah bawang
putih pu langsung membuat ramuan dari bunga ke
kepala pak jengkol.
Raja cabe gedong :”siapa
mereka ini??’’
Pangeran cabe
rawit :”mereka inilah yang
telah mendapatkan obat untuk ayahanda.(sambil menunjuk)ini bawang merah ini
bawang putih ini jahe merah)
Bawang putih :”minumlah
ini baginda raja”(sambil memberi munuman kepada baginda raja)
Tiba tiba setelah minuman tersebut diminum hanya
beberapa detik raja pun akhirnya sehat kembali.
Raja cabe gedong :”terimakasi
atas pertolongan dari kalian, karna hati kalian yang baik ini saya akan
menikahkan kamu bawang merah dan kamu bawang putih dengan pangeran cabe rawit.
Dan kamu jahe merah akan diangkat menjadi saudara pangeran cabe rawit”
Bawang merah :”maaf
baginda hamba tidak bisa sebab hamba lebih mencintai kakang jahe merah”(sambil
memeluk jahe merah)
Pangeran
cabe rawit :”putri bawang
putih apaka putri bersedia menikah dengan saya”(sambil memegang tangan bawang
putih)
Bawang putih :”hamba
siap pangeran(sambil mau malu menjawabbnya )
Pangeran cabe rawit :”saya akan terus menyayangimu putri sayang”(sambil
berpelukan)
Akhirnya raja pun bisa kembali sehat dan bawang
putihpun menikah dengan pangeran dan bawang
merah pun menikah dengan jaahe merah , merekapun
hidup bahagia untuk selamanya ,,
bersambung ke bagian 2

0 komentar:
Posting Komentar